all about music

Minggu, 12 Februari 2012

Sekilas belajar Bass Gitar

Dalam permainan slap kita tidak boleh sembarang untuk memainkannya. Tidak sembarang pukul dan sembarang tarik, melainkan ada yang harus diperhatikan diantaranya, mekanisme dan scale dalam permainan slap itu sendiri. Berikut saya akan berbagi tentang mekanisme dan scale itu sendiri. . . 



Mekanisme Slap:
1. Menggunakan kekuatan pergelangan tangan

biasanya mekanisme ini digunakan untuk slap2 yang butuh kecepatan tinggi ataupun teknik yang sulit seperti down up pluck,double pluck,dll sehingga tidak perlu menggunakan motion dan power tangan yang berlebih

2. Menggunakan kekuatan lengan tangan

kalo mekanisme ini untuk slap yang cenderung lebih perkusif seperti slap2 marcus miller ( pattern2 drum) sehingga mempunyai hentakan yang lebih terasa dan lebih bertenaga. Kalau Flea gabungan keduanya, kalau dia butuh slap bertenaga dia pake tenaga dari lengan, kalau mau yang lebih speed dia pake tenaga dari pergelangan tangannya..

Slap Scale:

latihan slap berikut ini bisa di jadikan pilihan apabila teman2 bassist semua ingin bermain nada2 yang biasa dimainkan dengan finger menjadi lebih variatif dengan slap..

contoh : C major scale

nada senar teknik
---------------------------------------
C A DOWN
D A UP
E D PLUCK
F D DOWN
G D UP
A G PLUCK
B G DOWN
C G UP

contoh 2 : C minor scale ( Aeolian )

nada senar teknik
-------------------------------------
C A DOWN
D A UP
Eb A PLUCK
F D DOWN
G D UP
Ab D PLUCK
Bb G DOWN
C G UP

Sabtu, 11 Februari 2012

Sekilas tentang Gambang


Gambang kromong (atau ditulis gambang keromong) adalah sejenis orkes yang memadukan gamelan dengan alat-alat musik Tionghoa, seperti sukong, tehyan, dan kongahyan [1]. Sebutan gambang kromong diambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong. Awal mula terbentuknya orkes gambang kromong tidak lepas dari seorang pemimpin komunitas Tionghoa yang diangkat Belanda (kapitan Cina) bernama Nie Hoe Kong (masa jabatan 1736-1740)[2].

Bilahan gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kayu suangking, huru batu, manggarawan atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah (sepuluh pencon). Tangga nada yang digunakan dalam gambang kromong adalah tangga nada pentatonik Cina[1], yang sering disebut salendro Cina atau salendro mandalungan. Instrumen pada gambang kromong terdiri atas gambang, kromong, gong, gendang, suling, kecrek, dan sukong, tehyan, atau kongahyan sebagai pembawa melodi.

Orkes gambang kromong merupakan perpaduan yang serasi antara unsur-unsur pribumi dengan unsur Tionghoa. Secara fisik unsur Tionghoa tampak pada alat-alat musik gesek yaitu sukong, tehyan, dan kongahyan. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendaharaan lagu-lagunya. Di samping lagu-lagu yang menunjukkan sifat pribumi, seperti lagu-lagu Dalem (Klasik) berjudul: Centeh Manis Berdiri, Mas Nona, Gula Ganting, Semar Gunem, Gula Ganting, Tanjung Burung, Kula Nun Salah, dan Mawar Tumpah dan sebagainya, dan lagu-lagu Sayur (Pop) berjudul: Jali-jali, Stambul, Centeh Manis, Surilang, Persi, Balo-balo, Akang Haji, Renggong Buyut, Jepret Payung, Kramat Karem, Onde-onde, Gelatik Ngunguk, Lenggang Kangkung, Sirih Kuning dan sebagainya, terdapat pula lagu-lagu yang jelas bercorak Tionghoa, baik nama lagu, alur melodi maupun liriknya, seperti Kong Ji Liok, Sip Pat Mo, Poa Si Li Tan, Peh Pan Tau, Cit No Sha, Ma Cun Tay, Cu Te Pan, Cay Cu Teng, Cay Cu Siu dan sebagainya.

Lagu-lagu yang dibawakan pada musik gambang kromong adalah lagu-lagu yang isinya bersifat humor, penuh gembira, dan kadangkala bersifat ejekan atau sindiran[1]. Pembawaan lagunya dinyanyikan secara bergilir antara laki-laki dan perempuan sebagai lawannya[1].

Gambang kromong merupakan musik Betawi yang paling merata penyebarannya di wilayah budaya Betawi, baik di wilayah DKI Jakarta sendiri maupun di daerah sekitarnya (Jabotabek). Jika terdapat lebih banyak penduduk peranakan Tionghoa dalam masyarakat Betawi setempat, terdapat lebih banyak pula grup-grup orkes gambang kromong. Di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, misalnya, terdapat lebih banyak jumlah grup gambang kromong dibandingkan dengan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur[3].

Dewasa ini juga terdapat istilah "gambang kromong kombinasi"[4]. Gambang kromong kombinasi adalah orkes gambang kromong yang alat-alatnya ditambah atau dikombinasikan dengan alat-alat musik Barat modern seperti gitar melodis, bas, gitar, organ, saksofon, drum dan sebagainya, yang mengakibatkan terjadinya perubahan dari laras pentatonik menjadi diatonik tanpa terasa mengganggu[5]. Hal tersebut tidak mengurangi kekhasan suara gambang kromong sendiri, dan lagu-lagu yang dimainkan berlangsung secara wajar dan tidak dipaksakan

Kamis, 09 Februari 2012

Sekilas musik dan tarian

Sejarah musik tradisi Seni musik maupun bidang lainnya sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Dibanyak tempat musik lahir dan berkembang dari kegiatan sehari-hari masyarakatnya sebagai contoh:
a.musik angklung dari jawa barat, semula alat musik ini digunakan sebagai alat tabuh tradisional ronda malam dan pada saat pesta panen atau perkawinan.
b.Musik gondang dari tapanuli, biasa dipakai dalam upacar-upacara masyarakat batak
c.Musik lesung( kotekan) dibeberapa daerah indonesia biasa dimainkan pada saat menumbuk paddi
d.Musik gamelan dari jawa& bali musik gamelan dijawa pada mulanya dipakai dalam uapacara-upacara kerajaaan didalam istana.sementara dibali, musik ini hanya dipakai dalam upacara-upacara umat hindu, seperti upacara siklus kehidupan manuisa
Musik gong luang dari bali musik tradisi ini sifatnya sacral dan umumnya digunakan untuk mengiringi upacara kematian

Musik sasando gong dari rote. Alat musik tradisional ini terbuat dari daun lontar yang banyak terdapat didaerah rote ini .musik ini biasa dipakai sebagai hiburan , pengiring tarian , upacara adat masyarakat rote

Sekilas kaitan musik dan tarian

Sejarah musik tradisi Seni musik maupun bidang lainnya sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Dibanyak tempat musik lahir dan berkembang dari kegiatan sehari-hari masyarakatnya sebagai contoh:
a.musik angklung dari jawa barat, semula alat musik ini digunakan sebagai alat tabuh tradisional ronda malam dan pada saat pesta panen atau perkawinan.
b.Musik gondang dari tapanuli, biasa dipakai dalam upacar-upacara masyarakat batak
c.Musik lesung( kotekan) dibeberapa daerah indonesia biasa dimainkan pada saat menumbuk paddi
d.Musik gamelan dari jawa& bali musik gamelan dijawa pada mulanya dipakai dalam uapacara-upacara kerajaaan didalam istana.sementara dibali, musik ini hanya dipakai dalam upacara-upacara umat hindu, seperti upacara siklus kehidupan manuisa
Musik gong luang dari bali musik tradisi ini sifatnya sacral dan umumnya digunakan untuk mengiringi upacara kematian

Musik sasando gong dari rote. Alat musik tradisional ini terbuat dari daun lontar yang banyak terdapat didaerah rote ini .musik ini biasa dipakai sebagai hiburan , pengiring tarian , upacara adat masyarakat rote

Rabu, 08 Februari 2012

sekilas Musik untuk bayi



Umur bayi kami sudah 16 minggu.  Kata dokter, umur segitu bayi sudah bisa mendengar suara bundanya dan suara dari luar tubuh bundanya.  Beliau menyarankan agar didengarkan lagu-lagu yang bisa membuat respon pada bayi misalkan musik klasik  Mozart For Baby.

Menurut penelitian ilmiah, musik klasik berguna baik bagi ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.Musik klasik bisa membantu ibu hamil untuk merilekskan badannya akibat otot-otot tubuh yang tegang karena membawa beban berat dalam kandungannya, sehingga tubuh juga akan rileks menghadapi masa persalinan.

Sedangkan bagi  bayi baik dalam kandungan maupun sudah lahir, musik klasik dapat membantu merangsang perkembangan otak dan indera pendengarannya. Musik klasik juga membuat bayi akan tidur dengan nyaman, rileks dan pulas. Bayi dalam kandungan pun sudah bisa tidur dan kebanyakan waktu yang digunakan di dalam rahim ya tidur. Eh, bayi dalam kandungan juga bisa bermimpi lho.

Kamis, 26 Januari 2012

Sekilas tentang notasi


Notasi balok

Notasi Gregorian awal notasi balok
Notasi Gregorian, ditemukan oleh Paus Agung Gregori pada tahun 590, adalah awal penulisan musik dengan not balok. Namun, Notasi Gregorian belum ada panjang nada (dinyanyikan sesuai perasaan penyanyi) dan masih dengan balok not yang 4 baris.
[[Berkas:gregorian chant.gif|200px|right|]]

Gambar sebelah: Diambil dari ''Kyrie eleison (Orbis factor)''.

Not balok yang sekarang ini telah sempurna sekali untuk musik dibandingkan Notasi Gregorian.

darah manis qu kau sperti madu

Unsur-unsur notasi balok
[[Berkas:Sistem not Sekunde Terts.PNG|thumb|[[Interval (musik)|Interval]] not antarspasi (atau antargaris) adalah [[terts]], sedangkan interval antara garis dan spasi adalah [[sekunde]].]]
Dalam notasi balok, sistem [[paranada]] bergaris lima digunakan sebagai dasar. Bersama dengan keterangan mengenai [[Tempo (musik)|tempo]], [[ketukan]], [[Dinamika (musik)|dinamika]], dan [[instrumentasi]] yang digunakan, not ditempatkan pada paranada dan dibaca dari kiri ke kanan. Durasi nada dilambangkan dengan [[nilai not]] yang berbeda-beda, sedangkan [[tinggi nada]] dilambangkan dalam posisi not secara vertikal pada paranada. [[Interval (musik)|Interval]] dua not yang dipisahkan satu garis paranada (yaitu berada pada dua spasi yang bersebelahan) seperti digambarkan pada ilustrasi di samping merupakan interval [[terts]], sedangkan interval antara not pada spasi dengan not pada garis adalah interval [[sekunde]]. [[Kunci (musik)|Tanda kunci]] pada awal paranada menunjukkan tinggi nada yang diwakili oleh garis dan spasi pada paranada tersebut. Pada gambar di samping, [[kunci-G]] digunakan, menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada ''g¹''. Dengan demikian, interval terts pada gambar di samping adalah pasangan nada ''a1–c2'', sedangkan interval sekunde merupakan pasangan nada ''a1–b1''. Not-not yang melambangkan tinggi nada di luar jangkauan kelima garis paranada dapat digambarkan dengan menggunakan [[garis bantu]] yang diletakkan di atas atau di bawah paranada.

Contoh penggunaan notasi balok
Penggunaan notasi balok dijelaskan dalam contoh yang diambil dari bagian awal karya [[Johann Strauss II|Johann Strauss]], ''An der schönen blauen Donau'' yang disederhanakan ([[Berkas:Loudspeaker.png]] [[:Media:Blue_danube.mid|perdengarkan]]).

[[Berkas:Blue danube easy.svg|thumb|right|400px|Bagian awal ''An der schönen blauen Donau'' yang disederhanakan.]]
# Di sebelah kiri atas pada awal lagu biasanya ditempatkan petunjuk [[Tempo (musik)|tempo]] (yaitu kecepatan lagu), seringkali dalam [[bahasa Italia]], yang di sini menunjukkan "tempo [[waltz]]". Selain itu juga terdapat penanda [[metronom]] dalam satuan BPM (''beats per minute''), di sini 142 ketukan per [[menit]].
# [[Tanda birama]] menunjukkan ritme lagu. Angka di bagian atas tanda birama menunjukkan jumlah ketukan per birama, sedangkan angka di bawah menunjukkan nilai not per ketukan. Tanda birama 3/4 di sini menunjukkan bahwa terdapat tiga ketukan dalam birama, satu ketukan kuat diikuti dua ketukan lemah, dan masing-masing ketukan bernilai not seperempat.
# [[Garis birama]] merupakan pemisah antar[[birama]].
# Pada bagian awal paranada terdapat [[kunci-G]] yang menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada ''g¹'' (ber[[frekuensi]] sekitar 418 [[Hertz|Hz]]).
# [[Tanda mula]] utama yang di sini terdiri dari dua tanda mula ''[[kres]]'' pada garis nada c dan f menunjukkan bahwa kedua nada tersebut dinaikkan setengah nada dalam semua oktaf (dimainkan sebagai nada cis dan fis) serta menunjukkan bahwa karya musik bersangkutan ber[[tangga nada]] D [[Tangga nada mayor|mayor]] atau B [[Tangga nada minor|minor]].
# Not pertama adalah not [[Nilai not|seperempat]] dengan nada d1, dengan [[Dinamika (musik)|dinamika]] (nyaring lembutnya suara) ''mf'' ([[bahasa Italia]], ''mezzo forte'': agak nyaring). Dapat dilihat bahwa not tersebut langsung diikuti garis birama walaupun tiga ketuk dalam birama tersebut belum selesai. Dengan demikian, karya ini dimulai bukan dengan ketukan pertama bertekanan, melainkan dengan ketukan ketiga lemah dalam suatu birama pembuka (''anacrusis'').
# Not kedua juga merupakan not seperempat dan bernada d1 yang jatuh pada ketukan pertama dalam birama berikutnya.
# Tanda ''[[legato]]'' menghubungkan not d1 tersebut dengan not fis1 dan a1, menandakan bahwa ketiga not tersebut harus dimainkan secara ''legato'' (sambung-menyambung).
# Pada birama berikutnya terdapat not setengah bernada a1 berdurasi dua ketukan.
# Berikutnya terdapat not seperempat dengan dua kepala not pada posisi nada fis2 dan a2, menandakan bahwa kedua nada tersebut harus dimainkan bersamaan. Di atas not tersebut terdapat tanda ''[[staccato]]'', menandakan bahwa not tersebut harus dimainkan secara ''staccato'' (terpisah nyata dari not sebelum dan sesudahnya).
# [[Tanda diam]] seperempat menandakan bahwa tidak ada nada yang dimainkan selama (dalam hal ini) satu ketukan.
# Di bawah tiga birama terakhir terdapat tanda ''[[decrescendo]]'', menandakan bahwa pada ketiga birama tersebut terdapat perubahan dinamika, yaitu dimainkan makin melembut (dapat juga ditulis ''decresc.'' atau ''dim.'', diminuendo).


Jumat, 20 Januari 2012

Sekilas tentang cadence



Dalam teori musik Barat, irama (Latin cadentia, "yang jatuh") adalah, "konfigurasi melodi atau harmonik yang menciptakanrasa ketenangan atau resolusi [finalitas atau jeda]." [1] Sebuahirama harmonik adalah perkembangan (setidaknya) dua akordyang menyimpulkan sebuah frase, bagian, atau bagian darimusik [2]. sebuah irama ritmis adalah pola ritmik karakteristikyang menunjukkan akhir sebuah kalimat. [3] irama memberikanfrase akhir yang khas yang dapat, misalnya, menunjukkan kepada pendengar apakah bagian tersebut akan dilanjutkan ataudisimpulkan. Sebuah analogi dapat dilakukan dengan tanda baca, [4] dengan beberapa irama lemah bertindak sebagaikoma yang menunjukkan jeda atau istirahat sesaat, sementarairama kuat bertindak sebagai periode yang sinyal akhir fraseatau kalimat. Sebuah irama diberi label lebih atau kurang"lemah" atau "kuat" tergantung pada rasa finalitas itu menciptakan. Sementara irama biasanya diklasifikasikan olehakord progresi tertentu atau melodi, penggunaan progresitersebut tidak selalu merupakan irama-harus ada rasapenutupan, seperti pada akhir frase. Ritme harmonik memainkanbagian penting dalam menentukan mana irama terjadi.
Irama adalah metode utama yang digunakan dalam musik tonaluntuk menciptakan rasa bahwa seseorang pitch pitch tonik atau pusat dari suatu bagian atau bagian [1]. Edward Lowinskyberpikir bahwa irama adalah [5] "buaian nada suara."




Senin, 09 Januari 2012

Sekilas tentang gamelan


Elsje Plantema tetap melihat manfaat gamelan bagi para mahasiswanya. Bahkan menabuh gamelan itu disebutnya sebagai pelajaran yang berguna sekali. Itu karena, berlainan dengan musik Barat yang mereka tekuni sehari-hari, dalam belajar menabuh gamelan, para mahasiswa diwajibkan untuk menghafal.
“Tidak pakai notasi,” tegas Elsje. “Kalau pakai notasi boleh, tapi setelah belajar. Kalau sudah di rumah mau bikin notasi silahkan.”
Ia lebih senang kalau mahasiswanya membuat notasi sendiri di rumah, sebab selesai belajar menabuh gamelan para mahasiswa ini langsung menekuni jenis musik lain. Notasi bikinan sendiri itu bisa digunakan sebagai pegangan kalau kembali menekuni gamelan. “Tapi tidak kalau sedang menabuh,” tegas Elsje.
Kalau mengajar gendhing tertentu, misalnya Ketawang Puspåwarnå, Elsje mengajarkan balungan dengan mendengarkan bonang. Ia lalu menyanyikan melodi yang ditabuh bonang. Semua ikatan yang ada antara ricikan-ricikan juga diajarkannya. Itu berarti mahasiswa harus mendengar masing-masing ricikan itu.
Atau kalau ada plèsètan kenong, mahasiswa juga diminta mendengarkannya, dan bereaksi.
Elsje merasa gamelan bisa menjadi semacam obat tenang. Dalam musik Barat, kalau perasaan ritme atau irama tidak kuat, maka seseorang cenderung menabuh terlalu cepat. Kalau itu sampai terjadi dalam gamelan, maka musiknya akan rusak. Berarti seseorang harus menabuh gamelan dengan tenang.
“Kita harus tenang,” tegas Elsje. “Duduk juga harus tenang dan dalam keadaan seperti itu saya rasa pelajaran gamelan adalah kesempatan bagus untuk belajar tenang dan juga bekerjasama”.
Belajar berarti saling mendengar, demikian Plantema berlanjut, juga tanpa perasaan bahwa instrumen yang saya tabuh penting sekali. Tapi memang, Elsje Plantema mengakui ada satu instrumen penting, itulah gong ageng.
Dalam satu gendhing, saat penabuh gong ageng paling jarang dibandingkan dengan instrumen lain. Tapi paling penting. Terus instrumen yang paling sering ditabuh, sebetulnya kurang penting. Gendèr juga penting sekali. Tapi Elsje tetap berpendapat seseorang tidak bisa bilang penabuh nomer satu ini, nomer dua itu.
Semua sama rata.
Suara jelek
Dalam meminta mahasiswa menghafal gendhing yang dipelajarinya, Elsje Plantema selalu mulai dengan memberi contoh, kemudian tiap-tiap instrumen mendapat perhatian khusus, dicoba satu per satu sampai baik. Kalau masih ada mahasiswa yang minta mengulang satu nomer lagi, maka Elsje meneruskan permintaan itu kepada pemain lain, kalau semua setuju maka latihan menabuh satu karya gendhing akan diteruskan.
Begitulah, semua diulang-ulang sampai mahasiswa pengikut mata kuliah gamelan benar-benar bisa menabuh. Di sini sang ibu dosen gamelan menandaskan pentingnya kebersamaan.
Yang jelas tidak ada satu pemain tertentu yang penting sebagai solis. Mungkin untuk bukå memang butuh bonang atau gendèr. Jadi bisa dibilang pada saat itu menabuh sendiri. Tetapi itu tidak berarti ini solo, itu hanya pembukaan. Apalagi cuma sebentar, terus kendhang masuk, lalu semua instrumen lain juga masuk.
Jadi solo itu hanya beberapa detik.
Dalam menabuh gamelan selama beberapa detik itu seseorang tidak boleh membaca notasi. Dia harus belajar dengan contoh dan meniru contohnya. Tapi itu tidak berarti Elsje Plantema anti notasi.
“Saya juga pakai notasi untuk penjelasan. Kalau mau menjelaskan teknik bonang atau peking, praktis sekali pakai notasi, sebab bisa dilihat.” Tapi tidak untuk praktek menabuh gamelan. Elsje tidak akan pernah membagi-bagi notasi sebelum menabuh.
“Pasti suaranya jelek,” katanya. Menurut pengalamannya, kalau ada notasi para mahasiswa pasti hanya akan menekuni notasi, mereka akan menabuh secara individual. Padahal dalam menabuh gamelan yang diperlukan adalah kontak dengan pemain lain.
Notasi itu cuma akan mengalihkan perhatian yang sebenarnya harus diarahkan pada mendengar dan merasakan bunyi-bunyi instrumen lain.
Kesulitan besar
Tidak jarang Elsje menghadapi mahasiswa yang belum-belum sudah mengeluh tidak bisa menghafal. Dia tahu keluhan macam itu tidak benar. “Itu hanya anggapan, atau belum percaya diri,” katanya. Setiap orang bisa menghafal. “Ada yang cepat, ada yang sedeng, ada yang pelan, tapi itu juga tidak apa-apa,” katanya lagi.
Dalam rombongan gamelan, kalau ada seorang yang agak pelan maka yang lain harus sabar, sampai semua bisa. Kesabaran itu akan membawa hasil yang jauh lebih baik.
Gendhing itu tidak hanya akan dibawa masuk ke dalam telinga, tapi tangan dan badan juga akan dibiasakan dengan motoriknya. Dengan begitu selesai liburan panjang, dua bulan, pada bulan September, biasanya Elsje melihat para mahasiswa itu berpikir, “wah saya lupa semua”.
Itu juga tidak betul. Sebab sebenarnya gendhing itu sudah ada di dalam telinga dan badan, jadi setelah mulai menabuh mereka biasanya bilang, “oh ya, oh ya!” Dan ternyata semua masih ada!
“Tapi, kalau main hanya dari notasi dan notasinya hilang, maka pasti mereka akan kesulitan besar. Tidak bisa menabuh,” ujar Elsje Plantema. Dalam mengajar ia ingin menyimpan karawitan itu di dalam kalbu mahasiswanya, tidak di dalam buku.
Kalau buku bisa hilang atau ketinggalan atau dicuri. Tapi apa saja yang ada di dalam diri seseorang tidak akan hilang.
Di Konservatorium Amsterdam Elsje Plantema mengajar bukan hanya mahasiswa dari Belanda, banyak juga dari negara-negara lain. Mereka belajar gamelan bukan sebagai mata kuliah wajib, tapi mata kuliah pilihan. Tahun ini ada dua mahasiwa dari Yunani, empat dari Jepang, Prancis, Belgia, Inggris.
Ini faktor lain yang menyenangkannya. Karena tugas utamanya adalah menyatukan mahasiswa dari pelbagai penjuru dunia dalam satu grup gamelan yang kompak. Elsje suka sekali melihat proses itu tiap tahun.
Pertama kali masuk mereka belum saling kenal dan belum komunikasi, tapi setelah mengikut kuliah menabuh gamelan selama tiga bulan, mereka sudah bisa dikatakan menjadi satu grup.
Tidak logis
Elsje Plantema mengajar gendhing lanceran yang ada vokalnya, misalnya Witing Klåpå, Gugur Gunung, tapi juga gendhing yang berisi imbalan. Witing Klåpå, Gugur Gunung punya imbalan saron, kemudian keplok tangan (tepuk tangan), dan vokal. Dengan variasi yang beragam ini mahasiswa biasa tertarik.
Menurutnya, kebanyakan mahasiswa yang memilih gamelan biasanya pintar dalam bidang musik.
Selain itu, Elsje juga memperkenalkan tangga nada sléndro dan pélog, ditambah beberapa struktur lain. Artinya, tidak hanya lanceran, tapi juga ketawang, ladrang. Ia lebih suka ketawang yang tenang seperti puspanjålå. Yang tidak dilupakannya adalah karya terkenal Ki Nartosabdho: Swårå Suling.
Elsje Plantema tidak menerjemahkan semua istilah bahasa Jawa tadi, ketika mengajarkannya pada para mahasiswa. “Untuk apa saya terjemahkan lanceran atau ketawang atau ladrang? Itu tidak logis.” Artinya para mahasiswa ini harus tahu. Juga pada ujian mereka harus bisa menjelaskan apa itu lanceran, bagaimana strukturnya dan seterusnya.
“Setiap murid harus tahu. Kalau lanceran berarti kempulnya begini, kenong seperti itu, bonang seperti itu,” tandasnya. Kalau tidak tahu maka komunikasi akan sulit. “Bagaimana kalau saya minta mahasiswa menabuh slenthem, kalau dia belum tahu apa itu slenthem?”
Professor Teeuw Prijs
Hari-hari ini, suka cita Elsje Plantema tidak juga berakhir, bahkan seolah tanpa batas. Ia menerima anugerah hadiah Professor Teeuw Prijs. Baginya ini adalah seperti realisasi apa yang dicoba untuk disampaikannya dalam berkarya. Ini adalah juga pengakuan bagi 40 tahun berkutat, mendalami dan menekuni gamelan.
Tidak disangkanya semua itu sudah 40 tahun. Ia masih ingat benar ketika pada bulan Desember 1969 dia pertama kali mendengarkan gamelan. Bukan pertunjukan tapi hanya rekaman. Jantungnya berdegub keras. “Saya tertarik. Saya ingin tahu itu semua. Istilah gamelan saja saya belum tahu. Tapi telinga dan badan saya bereaksi dengan hebatnya. Sampai saya pikir, saya harus menabuh musik itu.”

Minggu, 01 Januari 2012

nama2 musisi

Aaron Copland (Amerika, 1900-1990)
* Anton Bruckner (1824-1896)
* Antonin Dvorak (Ceko, 1841-1904)
* Antonio Vivaldi (Italia, 1678-1741)
* Bela Bartok (Hungaria, 1881-1945)
* Carl Maria von Weber (Jerman, 1786-1826)
* Carlo Gesualdo (Italia, 1560-1612)
* Cesar Franck (1822-1890)
* Charles Gounod (Perancis, 1818-1893)
* Christoph Willibald von Gluck (Jerman 1714-1787)
* Claude Debussy (Perancis, 1862-1918)
* Claudio Monterverdi (Italia, 1567-1643)
* Domenico Scarlatti (Italia, 1685-1757)
* Edvard Grieg (Norwegia, 1843-1907)
* Felix Mendelssohn (Jerman, 1809-1847)
* Francesco Landini (Italia, 1325-1397)
* Francois Couperin (Perancis, 1668-1733)
* Franz Joseph Haydn (Austria, 1732-1809)
* Franz Lizt (Hungaria, 1811-1886)
* Franz Schubert (Austria, 1797-1828)
* Frederic Chopin (Polandia, 1810-1856)
* Friedrich von Flotow (Jerman, 1812-1883)
* Gaetano Donizetti (Italia, 1787-1848)
* George Bizet (Perancis, 1836-1875)
* George Frideric Handel (Jerman/Inggris, 1685-1759)
* George Phillip Telemann (Jerman, 1681-1767)
* Giacomo Meyerbeer (Jerman-Perancis, 1791-1864)
* Gilles Binchois (Perancis, 1400-1460)
* Gioachino Rossini (Italia, 1792-1868)
* Giovanni Gabrieli (Italia, 1555-1612)
* Giovanni Pierluigi De Palestrina (Italia, 1529-1594)
* Giuseppe Verdi (Italia, 1813-1901)
* Guillaume De Machaut (Perancis, 1300-1377)
* Guillaume Dufay (Perancis, 1400-1474)
* Hector Berlioz (Perancis, 1803-1869)
* Henry Purcell (Inggris, 1659-1695)
* Jacques Offenbach (Jerman/Perancis, 1818-1880)
* Jean-Baptiste Lully (Perancis, 1632-1687)
* Jean-Phillippe Rameau (?, 1683-1764)
* Johann Pachelbel (Jerman, 1653-1706)
* Johann Sebastian Bach (Jerman, 1685-1750)
* Johann Strauss, Jr. (Austria, 1825-1899)
* Johannes Brahms (Jerman, 1833-1897)
* Johannes Ockeghem (Franco-Flemish, 1410-1497)
* Josquin Des Pres (Perancis, 1140-1521)
* Leonard Bernstein (Amerika, 1918-1990)
* Luca Marenzio (Italia, 1554-1599)
* Ludwig van Beethoven (Jerman, 1770-1827)
* Muzio Clementi (Italia, 1752-1832)
* Nicolai Rimsky-Korsakov (Rusia, 1844-1908)
* Orlande De Lassus (Franco-Flemish,1532-1594)
* Phillippe De Vitry (Perancis, 1291-1361)
* Pyotr Il’yich Tchaikovsky (Rusia, 1840-1893)
* Richard Strauss (Jerman, 1864-1949)
* Richard Wagner (Jerman, 1813-1883)
* Robert Schumann (Jerman, 1810-1856)
* Sergei Rachmaninoff (Rusia/Amerika, 1873-1943)
* Tomas Luis De Victoria (Spanyol, 1548-1611)
* Vincenzo Bellini (Italia, 1801-1835)
* William Billings (Amerika, 1746-1800)
* William Byrd (Inggris, 1543-1623)
* Wolfgang Amadeus Mozart (Austria, 1756-1791)

Selasa, 27 Desember 2011

Sekilas tentang drama


Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjukkan dalan suatu tingkah laku, mimik dan perbuatan. Sandiwara adalah sebutan lain dari drama di mana sandi adalah rahasia dan wara adalah pelajaran. Orang yang memainkan drama disebut aktor atau lakon.
Drama menurut masanya dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu drama baru dan drama lama.
1. Drama Baru / Drama Modern
Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.
2. Drama Lama / Drama Klasik
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istanan atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.
Macam-Macam Drama Berdasarkan Isi Kandungan Cerita :
1. Drama Komedi
Drama komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan.
2. Drama Tragedi
Drama tragedi adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan.
3. Drama Tragedi Komedi
Drama tragedi-komedi adalah drama yang ada sedih dan ada lucunya.
4. Opera
Opera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian.
5. Lelucon / Dagelan
Lelucon adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa penonton.
6. Operet / Operette
Operet adalah opera yang ceritanya lebih pendek.
7. Pantomim
Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.
8. Tablau
Tablau adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya.
9. Passie
Passie adalah drama yang mengandung unsur agama / relijius.
10. Wayang
Wayang adalah drama yang pemain dramanya adalah boneka wayang. Dan lain sebagainya.

Selasa, 20 Desember 2011

sekilas tentang perkusi


 Klasifikasi
Instrumen perkusi diklasifikasikan ke dalam bermacam-macam kriteria, kadang-kadang bergantung pada konstruksinya, adat istiadat/tradisi, fungsi dalam teori musik dan orkestra, atau kelaziman dengan pengetahuan umum yang ada.

Instrumen perkusi kadang-kadang dikasifikasikan sebagai "instrumen berintonasi" atau "instrumen tak berintonasi". Meskipun benar, klasifikasi demikian secara luas terlihat masih kurang tepat. Klasifikasi yang dianggap lebih informatif dalam menjelaskan suatu instrumen perkusi adalah berdasarkan satu atau beberapa dari empat paradigma berikut:

 Berdasarkan cara suara dihasilkan
Banyak literatur, termasuk dalam "''Teaching Percussion''" oleh Gary Cook dari [[Universitas Arizona]], mulai meneliti karakteristik fisik dari instrumen dan cara suara dihasilkan. Paradigma ini dianggap sebagai metode yang paling dapat diterima secara keilmuan dan memudahkan untuk membuat model penamaan dibandingkan dengan paradigma lain yang lebih bergantung pada sejarah dan lingkungan sosial yang ada. Dari hasil observasi dan sejumlah eksperimen, penentuan berdasarkan klasifikasi dari metode suara dihasilkan bisa dimasukkan pada salah satu dari lima kategori berikut:

Idiofoni
"Idiofoni menghasilkan suara melalui getaran dari seluruh badan instrumen."Gary D. Cook, ''Teaching Percussion'', p.2, 3rd edn, 2006, Thomson Schirmer, ISBN 0-534-50990-8 Contoh instrumen-instrumen yang termasuk dalam kategori idiofoni:

Senin, 12 Desember 2011

sekilas tentang cello

Cello adalah alat yang mulia untuk mengambil. Hal ini besar dan besar tapi suara dan menghasilkan catatan yang mendalam dan sangat menenangkan. Cello sebenarnya adalah salah satu instrumen senar lebih populer untuk menguasai dan cello telah dimainkan sejak 1660-an. Antara anggota keluarga lainnya, cello adalah sedikit lebih kecil dari kakak itu double bass dan pasti lebih besar daripada biola dan viola.

Cello pelajaran di Singapura menjadi populer dan guru cello menjadi permintaan. Sebuah pelajaran cello yang khas dimulai dengan postur tubuh yang benar dibutuhkan untuk benar memainkan instrumen. Cello dimainkan sambil duduk dan posisi duduk yang benar dan memegang cello adalah penting untuk menghasilkan tekanan yang tepat ketika membungkuk. Yang membawa kita ke fase lain kunci pelajaran: membungkuk. Penanganan yang tepat dari busur diperlukan terutama untuk pemula. Busur menghasilkan suara dan tekanan yang diterapkan bervariasi dengan setiap catatan dan melodi yang harus dimainkan. Postur tubuh yang benar ditambah dengan teknik yang tepat membungkuk diperlukan dalam rangka untuk memainkan cello dengan nyaman untuk periode waktu yang lama.

Fase penting lainnya dalam pelajaran cello adalah membaca catatan. Ini akan sangat berguna jika pemain cello yang tahu bagaimana untuk duduk dan membungkuk, tetapi tidak tahu cara membaca catatan. Membaca catatan ini diperlukan dalam rangka untuk mengetahui bagaimana mengatur jari seseorang pada fingerboard. Untuk pemula kadang-kadang diperlukan untuk melengkapi pelajaran dengan grafik jari untuk menghafal catatan dan penempatan jari pada cello. Guru kadang-kadang dapat menandai titik-titik tertentu pada fingerboard untuk membantu siswa menghafal catatan lebih mudah.

Siswa juga diajarkan bagaimana menyetel dan merawat mereka selama pelajaran cello. Penerapan damar misalnya, sangat penting tidak hanya untuk pemeliharaan busur tetapi juga untuk produksi suara juga. Pengetahuan di tuning cello serta bagaimana mengubah string cello bermanfaat bagi siswa karena hal ini dapat membantu memaksimalkan pengalaman belajar. Latihan penting lainnya termasuk belajar skala dan melodi sederhana untuk memulai dengan. Mahasiswa biasanya lebih mudah untuk memotivasi ketika mereka tahu bagaimana memainkan lagu sederhana dan lagu-lagu menggunakan cello mereka. Pelajaran lainnya termasuk bagaimana menghapus cello sebelum dan setelah pelajaran dalam rangka untuk mengurangi kerusakan dan merawat instrumen.

Lanjutan pelajaran cello biasanya terdiri dari bagaimana untuk lebih meningkatkan teknik dan gaya. Col legno teknik seperti, spiccato, Legato dan berhenti ganda.

Cello seperti biola datang dalam berbagai ukuran untuk mengakomodasi ketinggian yang berbeda dan usia orang yang bermain instrumen. Hal ini diperlukan untuk memiliki cello ukuran yang benar karena kadang-kadang dapat menjadi berat dan besar untuk bermain.

Ada beberapa cello terkenal di dunia dan beberapa dari mereka yang dimiliki oleh pemain cello terkenal. Salah satu cello paling terkenal adalah "Raja" oleh Andrea Amati dibuat sekitar tahun 1550 dimiliki oleh Museum National Music di South Dakota. Stradivarius Davidov saat ini sedang dimainkan oleh pemain cello terkenal di dunia Yo-Yo Ma dan itu kakak Barjansky Stradivarius oleh Julian Lloyd Webber.

Badan cello terkemuka di Singapura. Membuat pelajaran cello di Singapura menyenangkan dan menarik. Membantu ratusan mahasiswa program master cello cepat dan mudah. Temukan lebih lanjut pada www.cellolessonssingapore.com

Jumat, 09 Desember 2011

sekilas tentang menjadi dirigen


  1. Praktek berlatih di depan sebuah cermin yang besar. Cobalah untuk membuat gerakan halus dari lengan anda dan usahakan hanya lengan anda saja yang bergerak. Jangan biarkan tubuh anda ikut bergerak atau mengikuti irama, tetapi tubuh tidak kaku, posisi berdiri diam tapi santai.
  2. Hindari gerakan tangan yang lemas, seperti terkulai, atau kurang tenaga. Karena senjata seorang dirigen/conductor ada di gerakan tangan.
  3. Jaga pola tangan anda, gerakan yang simple sesuai dengan pola sudah cukup dalam memberi aba-aba. Hindari gerakan-gerakan yang hanya untuk mencari keindahan, dengan menambah lekuk-lekuk yang lain, karena hal ini akan membingungkan pemusik dan penyanyi.
  4. Jangan membuat gerakan tangan yang terlalu lebar atau terlalu kecil. Usahakan dapat dilihat semua penyanyi paduan suara.
  5. Lihatlah mata penyanyi anda saat memimpin, ini adalah suatu bentuk komunikasi dengan penyanyi, sehingga anda dapat mudah mengatur emosi penyanyi.
  6. Gambarkan ekspresi wajah anda sesuai dengan isi lagu. Agar suasana hati dapat disesuaikan dengan suasana dan maksud pengarang.
  7. Gerakkan lengan anda sesuai dengan emosi lagu, misal untuk lagu mars dan energic, gerakan tangan harus tegas, sementara lagu yang legato, gerakan tangan harus mengalun.
  8. Jika suatu saat, ketika anda memimpin paduan suara, anda kehilangan pola atau beat, cobalah mencari ketukan-ketukan berat, atau mengetuk satu per satu, dan gerakkan tangan membentuk ∞
  9. Insetting adalah hal yang paling penting dalam memimpin paduan suara. Insetting yang jelas pada awal lagu, akan mempengaruhi jalannya lagu hingga selesai. Hal yang penting dalam paduan suara adalah kontak bawah sadar antara dirigen/conductor dengan penyanyi. Caranya adalah sebelum memulai memimpin lagu, usahakan anda sudah meyakinkan penyanyi untuk siap, baik hati dan pikirannya. Lihat mata masing –masing anggota. Rasakan feel anda menyatu dengan penyanyi. Sehingga sepanjang “perjalanan” lagu, anda bisa mengontrol penyanyi. Dan yang terpenting, pusatkan perhatian penyanyi hanya pada diri anda.

Jumat, 02 Desember 2011

sekilas tentang Robert Schumann

Robert Schumann (lahir di Zwickau8 Juni 1810 – meninggal di Bonn29 Juli 1856 pada umur 46 tahun) adalah seorang penggubah dan pianis Jerman. Dia dianggap sebagai salah satu dari komponismusik Romantik Eropa yang terpenting, serta seorang kritikus musik yang terkenal dalam sejarah. Seorang cendekiawan serta bersifat estetikus, musiknya menggambarkan sifat romantisme yang sangat pribadi. Mawas diri dan sering bertingkah, karya-karya musik pertamanya merupakan percobaan untuk melepaskan diri dari tradisi bentuk dan struktur klasik yang dia pikir terlalu membatasi.

Minggu, 27 November 2011

sekilas tetang Robert schumann

Robert Schumann (lahir di Zwickau8 Juni 1810 – meninggal di Bonn29 Juli 1856 pada umur 46 tahun) adalah seorang penggubah dan pianis Jerman. Dia dianggap sebagai salah satu dari komponismusik Romantik Eropa yang terpenting, serta seorang kritikus musik yang terkenal dalam sejarah. Seorang cendekiawan serta bersifat estetikus, musiknya menggambarkan sifat romantisme yang sangat pribadi. Mawas diri dan sering bertingkah, karya-karya musik pertamanya merupakan percobaan untuk melepaskan diri dari tradisi bentuk dan struktur klasik yang dia pikir terlalu membatasi.