all about music

Jumat, 29 Juli 2011

8 langkah belajar musik

Pertanyaan anda : Apakah aku bisa bermain alat musik ?

Pertanyaan saya – apakah anda mau bermain alat musik ?

Sempat pun menjadi pemikiran saya, bahwa bakatlah yang menentukan, tetapi dengan berlalunya waktu, perlahan hadir sejumlah pemikiran bahwa bakat bukanlah yang utama dalam menentukanapakah aku bisa bermain musik (bermain alat musik)? atau tidak – dalam berbagai alasan maupun situasi dan kondisi.

Kebanyakan kita berpikir bahwa hanya orang yang memiliki bakat saja yang dapat bermain musik dengan baik, atau… musik itu memerlukan bakat barulah bisa… Namun pada akhirnya saya berani menjamin bahwa ini merupakan pemikiran yang keliru, bakat adalah poin terakhir dalam bermusik, meskipun bisa menjadi yang pertama, tetapi bukan yang utama.

Lantas!, apa yang utama?

Terakhir kali saya berpikir, ada 8 poin yang hadir didalam benak… hmmmm tapi rasanya 8 poin ini berlaku untuk segala hal…

1. Kemauan (minat)

Anda mau atau tidak?, apakah suka atau tidak?, tertarik atau tidak? (…) ketika kita bisa menjawab hal ini dengan kata “YA”, maka haruslah didukung dengan tindakan. Tidak ada kemauan?, silahkan duduk manis.

Jika poin pertama ini saja sudah mendapatkan banyak alasan, mungkin anda tidak perlu melanjutkan membaca

2. Kesabaran

Jangan kebelet!, kebanyakan orang pengen serba instan, emang mie instan?…, mie instan tidak akan membuat kenyang, hmmmm… bisa kok, mungkin aja bisa, tapi jika kebanyakan, mie instan dapat menjadi racun.

3. Step By Step

Tahap demi tahap …

Perumpamaan 1 : Pondasi rumah yang kuat, akan mampu bertahan seumur hidup kita. Jika kita menginginkan, suatu waktu rumah tersebut dapat direnovasi menjadi dua tingkat. Tetapi rumah dengan pondasi yang setengah kuat selamanya tidak dapat direnovasi diatas dasar yang sama.

Perumpamaan 2 : Sewaktu bayi, kita akan belajar merangkak/berdiri terlebih dahulu sebelum berjalan dan kemudian berlari. Tetapi ingat, ada bayi yang baru saja sanggup berdiri, sanggup berlari kecil beberapa langkah kedepan sebelum akhirnya jatuh ke lantai / atau jatuh dalam dekapan orang tuanya (dilatih), dan dia melakukannya berulang-ulang hingga akhirnya dia mampu berjalan.

Tetapi, tidak selamanya hal mudah akan menjadi awal, dalam tahap pembelajaran dan kasus tertentu, kadang kita perlu membalikkan proses untuk menemukan apa yang belum kita ketahui.

4. Kerja Keras (tekun)

Ini berkaitan erat dengan “mie instan”, yakni kita tidak mau yang susah, maunya gampang, dan tidak tekun…

Jika anda merupakan tipe orang yang sabar dan suka kerja keras, maka anda dapat bermusik dengan baik, jika bukan, maka keinginan anda untuk bisa bermusik hanya sampai batas kemauan atau sebatas bisa, tidak lebih.

5. Jangan Putus Asa

Orang akan mudah putus asa ketika menemui sejumlah kesulitan…, ingat kata pepatah : “banyak jalan menuju Roma

6. Motifasi (motifator)

Kita membutuhkan dua motifasi, pertama – dari diri sendiri, kedua – dari orang lain.

Motifasi dari diri sendiri inilah yang saya rasa cukup sulit untuk dilakukan, dicari, ditemukan dan lain sebagainya…, dalam hal ini kita membutuhkan obyek, orang lain, atau kelompok musik dan lainnya.

7. Bakat

Tanpa 6 buah poin diatas, bakat musik yang ada didalam diri kita hanya menjadi “pajangan”.

Tanpa bakat luar biasa, anda tetap bisa bermusik dengan baik… tetapi siapa bilang anda tidak berbakat? Musik, lahir bersama anda, meskipun kecil. Saya sempat berpikir – adakah bayi ditimang tanpa senandung?

8. Pray

Jangan lupa berdoa dan bersyukur atas bakat ataupun usaha yang sedang ataupun sudah anda lakukan untuk mencapai sesuatu…, tanpa Doa, usaha dan bakat anda tidak berarti apapun.

Sabtu, 23 Juli 2011

pengetahuan sedikit tentang music

Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:

  • Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar
  • Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik

Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.

Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

Senin, 18 Juli 2011

bermain pianika

sebenarnya bermain pianika sama dengan bermain keyboard mini, bedanya hanya kalau bermain pianika kita perlu powernya dari tiupan kalau keyboard dari listrik atau batere, jika masalah tangga nada dan sebagainya adalah sama, orang yang bisa main keyboard biasanya akan lebih mudah bermain pianika, jika ingin lebih jauh mempelajarinya kita tinggal belajar pernapasan disaat meniup dan berhentinya harus stabil tidak menjadikan suara jadi terhenti dan seterusnya>>>> akan lebih mudah jika memiliki jari istilah jawa nya miji timun, jadi kecil panjang, karena kalau memiliki jari yang besar biasanya sebagian ada yang menyentuh tuts lain,, itu saja selamat mencoba<<<<

Jumat, 15 Juli 2011

belajar orgel tambahan


oya lupa... setiap orgel mempunyai swell atau great bisa lebih dari satu, misalkan 2 swell 2 great, jadi orgel tersebut memiliki 4 tingkat, ada juga yang 5/6/7 tingkat jadi masing2 memiliki fitur yang berbeda-beda, pada prinsipnya mainkannya sama tinggal suaranya ada banyak macam yang lebih banyak tingkatannya, semakin banyak tingkatannya semakin banyak pula tombol2 yang ada di orgel tersebut, contohnya dapat dilihat di gambar2 disamping ini..

Selasa, 12 Juli 2011

lanjutan belajar orgel

orgel ini merupakan alat musik gabungan dari alat2 musik tiup dan ada juga yang lain, karena di dalam orgel itu sendiri ada tombol2 yang mewakili beraneka ragam musik, ada suling, oboe,flute,pan flute,trombon,basso, dan masih banyak lagi yang lain, sebagai pemain kita harus belajar masing-masing suara tersebut untuk mempelajari karakter masing2 suara kemudia kita aplikasi kedalam partiture lagu yang akan kita mainkan, misalkan mau menggunakan flute digabung oboe, bagian yang swell ( atau atas ) biasanya diamainkan tangan kanan, kemudian bagian great ( atau bawah ) biasanya dimainkan tangan kiri, menggunakan suara basso digabung dengan trombon, demikian juga halnya pedal kaki, kita bisa menyetel pedal kaki kita dengan suara alat musik apa dengan apa... dst,,,, kita harus mempelajarinya, maka dari itu membutuhkan kepekaan yang sangat utk mempelajarinya.... selamat membayangkan

Jumat, 08 Juli 2011

belajar orgel

memang di indonesia jarang yang berminat belajar orgel, disamping orgel di indonesia hanya sedikit dan juga servicenya mahal sekali, soalnya yang service juga terbatas hanya segelintir orang di indonesia, namun catatan ini barangkali berguna bagai wawasan saudara ...... pada prinsipnya belajar orgel sama dengan belajar drum menggunakan tangan kiri, tangan kanan, kaki kiri dan kaki kanan, tetapi lebih rumit belajat orgel karen belajar orgel, memerlukan setting2 tombol2 yang harus dihafal, baik kaki maupun tangan, maka dari itu butuh ingatan yang cemerlang dan konsentrasi yang tinggi, jika belajar dari awal memang seperti belajar piano, membaca not dst,, perbedaanya kalau piano dimanapun sama.... kalau orgel tombolnya bisa berbeda2 tiap orgel mempunya fitur2 masing2 dan harus perlu penyesuaian beberapa saat antara orgel satu dengan yang lain.... ya... itu dulu nanti disambung lagi...

Jumat, 01 Juli 2011

cara menerjemahkan not angka ke not balok

sebenarnya caranya tidak jauh beda dengan menerjemahkan not balok ke not angka tp ada beberapa perbedaan diantaranya, kita tidak usah tahu nada dasarnya, tinggal semuanya kita anggap aja C=do semuanya jadi lebih mudah tidak usah pakai kruis atau mol tinggal nanti setelah kita terjemahkan baru kita traspose lewat software komputer atau yang lainnya ,, jadi orang nggak usah menghafalin berapa mol dan berapa kruis,, dsb... selamat mencoba